Ketika Yakub Kalah tapi Menang

Lalu kata orang itu, “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kejadian 32:28)

Monumen umumnya dibuat untuk mengenang jasa seseorang atau sebagai tanda kemenangan, yang akan membangkitkan rasa haru dan kebanggaan. Namun di Jerman, monumen-monumen dibangun justru dengan tujuan sebaliknya. Monumen Holocaust di Berlin adalah untuk mengenang kejahatan bangsa Jerman di masa lalu terhadap orang-orang Yahudi. Di kota Wismar, ada gereja yang tinggal menaranya saja akibat hantaman bom dalam tahun 1945. Menara gereja ini sekarang dijadikan monumen sekaligus museum, sebagai peringatan tentang akibat perang, dan agar Jerman jangan pernah memulai perang lagi. Sekarang, Jerman adalah salah satu negara maju, aman, dan menjunjung tinggi perdamaian. 

Sahabat Webklesia, dalam kehidupan ini, ada kekalahan yang menjadi kemenangan. Seperti Yakub, sebenarnya ia kalah dalam pergumulan dengan orang itu, kakinya sampai terpelecok. Namun, di saat ia tak berdaya, ia tidak mau melepaskan orang itu dan meminta berkatnya. Itulah kemenangan Yakub. Itulah yang membuatnya menang. Yakni walau Yakub kalah dalam pergumulan itu, namun ia tak melepaskan Allah. Pernahkah Anda juga merasa kalah, padahal sesungguhnya itu adalah kemenangan?

DOA: Ya Tuhan, ada begitu banyak pergumulan kami sampai hari ini. Kami telah kalah dan tak berdaya. Tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami. Amin.