Dunia Menurut Alkitab dan Menurut Media Sosial
Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh sangat baik. (TB2 Kejadian 1:31a)
Ada dua pengertian kata ‘dunia’ dalam Alkitab, yakni pertama, dunia dalam arti alam semesta Ciptaan Allah; Kedua, dunia dalam arti keberdosaan manusia yang melawan kehendak Allah.
Dunia dalam pengertian alam semesta, inilah yang oleh Allah disebut “sungguh sangat baik.” Namun ciptaan yang ”sungguh sangat baik” itu menjadi rusak sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa. Manusia yang cenderung berbuat dosa dan kejahatan, kemudian disebut sebagai dunia yang cemar. Karena itulah Yesus Kristus datang untuk menebusnya.
Namun, di samping dua pengertian tentang dunia itu, di jaman ini, muncul “dunia” baru, yakni dunia maya, yang tak berwujud namun sangat kuat: Media sosial. Media sosial itu bekerja seperti “tangan tak terlihat” yang menggiring pikiran dan kebiasaan masyarakat dunia menjadi seperti yang diinginkan oleh kelompok tertentu.
Mereka membuat kita merasa bahwa apa yang mereka beritakan dan apa yang mereka tampilkan, adalah sesuatu yang kita butuhkan. Maka apa yang mereka anggap penting, akan kita anggap penting pula. Apa yang menurut mereka benar, akan kita anggap benar pula. Sebaliknya, apa yang mereka kutuk, akan kita kutuk juga. Itu sebabnya, kita mungkin merasa geram ketika melihat di beranda media sosial kita Amerika menindas negara lain, padahal barangkali, tetangga kita sendiri sedang menderita, namun kita tidak begitu peduli.
Sahabat Webklesia, kita yang telah ditebus dan diselamatkan melalui kematian Yesus Kristus, adalah milik Kristus. Maka apa yang kita anggap penting, apa yang kita anggap baik dan benar, adalah apa yang dikatakan benar dan baik oleh Kristus.
Standar kebenaran dan prioritas hidup kita seharusnya tidak didikte oleh apa yang viral atau tren di media sosial, melainkan oleh apa yang dikatakan Kristus.
Doa: Ya Tuhan, lindungilah kami sehingga jangan media sosial membentuk pikiran kami. Biarlah hanya Kristus yang membentuk hidup kami..
