Ketika Orang Terkasih Sakit

Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorangpun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya. (Ayub 2:13)

Ketika tidak berhati-hati bergerak ketika sedang jongkok atau berlutut, entah kenapa sendi di belakang lutut kanan saya kadang terkilir. Ada urat yang seperti saling terkait, sehingga saya tidak bisa bergerak selama beberapa detik. Meski hanya sekian detik, sakitnya sungguh luar biasa. Bila itu terjadi, biasanya saya hanya diam sambil meringis menahan sakit. Bergerak sedikit saja akan menambah sakitnya. Maka saya hanya bisa menunggu hingga ‘kaitan’ itu terurai sendiri dan lutut saya bisa digerakkan kembali.

Pernah suatu kali, ketika hal itu terjadi lagi, kebetulan ada seorang teman yang menyaksikannya. Dengan panik dia berusaha menawarkan apa yang bisa ia bantu. Tapi saya tak sanggup bicara. Setelah sakitnya reda, baru saya jelaskan bahwa dalam keadaan begitu, tidak ada yang bisa ia lakukan untuk menolong saya. Tapi saya mengucapkan terima kasih atas usahanya dan kehadirannya. Itu sudah cukup, kata saya waktu itu.

Mengingat itu saya sadar, bahwa bahkan ketika orang terkasih kita yang sakit dan menderita, terkadang tidak ada apapun yang bisa kita lakukan untuk menolong.

Ketika Ayub sedang menderita, tak ada yang bisa dilakukan sahabat-sahabat dan istrinya untuk menolongnya. Namun, walau mereka tidak bisa meringankan penderitaan Ayub, kehadiran mereka saja sudah cukup.

Ketika Yesus sedang di salib, tidak ada yang bisa dilakukan Ibu-Nya dan murid-murid-Nya, tetapi kehadiran mereka sudah cukup, sebab merekalah saksi kasih dan kehadiran Yesus di dalam dunia. 

Sahabat Webklesia, ada kalanya, tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menolong. Walau itu orang terkasih kita sekalipun. Namun terkadang, kehadiran kita saja sudah cukup.  Terkadang kehadiran saja, walau tanpa kata-kata, tanpa hadiah, tanpa daya dan dana, sudah cukup untuk menunjukkan kasih yang dalam.

Doa: Ya Tuhan, ampunilah kami yang seringkali tidak bersyukur dan menyia-nyiakan kehadiran orang-orang yang mengasihi kami hanya karena keterbatasan-keterbatasan mereka.

Scroll to Top