Menghadapi Kematian Dalam Kristen
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)
Ketika kita menghadapi kematian anggota keluarga, atau orang-orang yang kita kasihi, kita tentu berduka. Karena itu, di tempat duka, lazimnya kita mengenakan pakaian hitam atau yang berwarna gelap sebagai tanda berkabung.
Akan tetapi, ada seorang wanita yang datang ke rumah duka tunangannya dengan mengenakan gaun indah berwarna-warni.
Melihat dia, semua mata memandang dengan pandangan menyalahkan. Seolah-olah ia orang yang tidak tahu tata krama.
Sadar dirinya menjadi pusat perhatian, si wanita menjelaskan bahwa mengenakan gaun indah berwarna-warni adalah kebiasaan di dalam keluarganya, semenjak neneknya meninggal dunia.
Pasalnya, sebelum meninggal dunia, neneknya itu berpesan agar anak dan cucunya janganlah bersedih. Sebab ia percaya bahwa ketika ia mati, itu artinya waktunya ia pergi ke Rumah Bapa-Nya di surga. Dan karena itu, si nenek meminta agar di hari pemakamannya, semua keluarga jangan mengenakan pakaian berkabung, melainkan pakaian pesta untuk merayakan bersatunya si nenek dengan sang Bapa dan Kristus di Rumah-Nya yang kekal.
Sahabat Webklesia, keyakinan tentang akan ke manakah kita setelah mati, menentukan bagaimana kita menghadapi kematian. Bila kita menganggap bahwa kematian adalah akhir segala-galanya, maka mungkin kita akan sangat ketakutan dan putus asa.
Akan tetapi bagi orang-orang percaya, bahwa Kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari suatu hidup baru bersama Bapa Yang Kekal, maka kematikan bukanlah sesuatu yang perlu diratapi.
Karena kita percaya, Kematian adalah pintu di mana kita akan masuk ke dalam kehidupan kekal bersama Kristus.
Bila kita benar hidup di dalam Kristus, maka kematian bukannya kita tangisi, melainkan justru patut kita rayakan!
DOA: Ya Tuhan, terima kasih Engkau sudah menganugerahkan kepada kami iman dan pengharapan akan kehidupan kekal di Surga, karena Kristus Yesus. Amin!
