“Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara…” (Wahyu 21:21)
Tahukah Anda bahwa butiran-butiran ’mutiara’ sesungguhnya berasal dari penderitaan? Ya, berbeda dengan emas yang merupakan mineral bumi, mutiara adalah satu-satunya batu berharga yang dihasilkan oleh makhluk hidup melalui proses “penderitaan” yang perih seekor kerang.
Mutiara terbentuk dari sebutir pasir yang ”nyasar” ke dalam cangkang hewan kerang. Kita tahu kan rasanya bila ada pasir ”nyasar” ke dalam sepatu kita? Walau mungkin pasir itu hanya sebutir, tapi rasanya sangat tidak nyaman, bukan? Begitulah, sebutir pasir itu pastilah serasa menyayat-nyayat tubuh kerang yang lunak. Kalau kita sih…, kita bisa segera mengeluarkan pasir itu dari sepatu kita, tetapi si kerang tidak bisa. Ia tak punya tangan untuk mengeluarkan pasir itu dari dalam cangkangnya. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah menahankan rasa perih.
Bila kita begitu sakit dan terluka, terkadang air mata kita tak tertahankan, kan? Begitulah si kerang. Penderitaan membuat tubuhnya memproduksi semacam cairan. Cairan itulah yang kemudian berproses menjadi apa yang kita sebut mutiara.
Sahabat Webklesia, penderitaan tidak selalu mendatangkan kehancuran. Ada banyak tokoh-tokoh iman di dalam Alkitab yang menjelma menjadi bagaikan “mutiara-mutiara yang indah” justru setelah mereka melewati penderitaan yang panjang dan tak terkira. Sebut saja misalnya Yusuf, anak Ibrani yang dijual oleh saudara-saudaranya sendiri ke Mesir, menjadi budak, namun kemudian menjadi penyelamat bangsanya. Juga Musa, yang harus menyusuri padang gurun selama 40 tahun untuk memimpin umat Tuhan ke negeri perjanjian. Juga Paulus, yang mengalami banyak penderitaan dalam perjalanannya memberitakan Kabar Baik tentang Yesus Kristus. Kisah perjalannya itu dituliskan menjadi Surat-surat Rasul Paulus yang kita kenal sekarang. Bagaikan mutiara-mutiara yang indah bagi pembentukan iman Kristen di sepanjang jaman.
Hidup di dalam Tuhan, memang bukan berarti kita akan terbebas dari penderitaan. Namun penderitaan itu tidak selalu menghancurkan. Penderitaan akan menghancurkan bila kita menjauh dari Tuhan, tetapi akan menjadikan kita seindah mutiara, kalau kita tetap bertahan dan setia dalam Tuhan.
Doa: Ya Tuhan, berilah kami kekuatan, sehingga kami dapat melewati berbagai penderitaan di dalam kehidupan kami sebagai mutiara-mutiara yang hidup karena Kebenaran-Mu.
