“…mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus — dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.” (Filemon 1:10-11)
Di bawah terik matahari yang menyengat, seorang aktivis muda tertegun menatap sosok pengemis di pinggir jalan. Tubuhnya legam terpanggang matahari, kulitnya menebal oleh debu jalanan, dan perawakannya begitu ringkih seolah sudah berhari-hari tidakmakan. Rasa tak berdaya menyergap hati sang aktivis. Dengan pedih, ia menggugat dalam doa, “Tuhan, mengapa Engkau membiarkan penderitaan ini? Mengapa Engkau tidak bertindak menolongnya?” Namun, sebuah jawaban lembut bergema di batinnya: “Aku telah bertindak. Aku menciptakan engkau.”
Sahabat Webklesia, sering kali kita terjebak dalam suatu sudut pandang yang seolah menuntut seharusnya Tuhan yang mengerjakan semuanya. Kita sibuk mempertanyakan mengapa ada orang-orang yang hidupnya tampak “tak beruntung” atau “tak berguna”, namun kita lupa merenungkan alasan mengapa kita ditempatkan dalam hidup mereka. Jangan-jangan kita adalah penolong yang Tuhan hadirkan bagi seseorang. Jangan-jangan kehadiran kita adalah kepanjangan tangan-Nya bagi orang lain.
Perubahan sudut pandang ini terlihat jelas dalam hidup Onesimus. Di balik jeruji penjara, pertemuannya dengan Paulus mengubah segalanya. Mungkin sebelumnya Onesimus meratapi nasibnya sebagai budak yang hina. Namun, melalui Paulus, ia sadar bahwa Tuhan tidak hanya menjumpainya, tetapi juga ingin memakai hidupnya untuk hadir bagi orang lain. Ia menemukan tujuan yang jauh lebih besar dari sekadar status sosialnya.
Sahabat Webklesia, kehadiran orang-orang di sekitar kita bukanlah kebetulan. Mari kita merenungkan: Sudahkah kita melihat jejak kasih Tuhan melalui orang-orang yang hadir di hidup kita? Dan yang lebih penting, sudahkah kehadiran kita menjadi bukti kasih Tuhan bagi sesama?
Jangan hanya menanti keajaiban turun dari langit untuk menolong dunia, karena mungkin saja, Anda adalah “keajaiban” yang sedang Tuhan kirimkan untuk seseorang hari ini.
Refleksi: Satu kebaikan kecilmu hari ini bisa jadi adalah jawaban doa yang seseorang nantikan selama bertahun-tahun dan menjadi alasannya untuk memuliakan Nama Tuhan.
