Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah membuat kita lahir kembali melalui kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada hidup yang penuh pengharapan.” (TB2 1 Petrus 1:3)
Suatu pagi, ketika sedang membuat kopi, Reta tidak sengaja menyenggol mug-nya, hingga jatuh dan pecah. Reta memandang mug itu lama. Ada rasa sesal di hatinya. Bukan karena kopinya tumpah dan mengotori lantai, melainkan karena mug itu punya kenangan indah dengan seseorang yang ia kasihi, namun kini hubungan mereka telah berakhir.
Perlahan ia mengumpulkan pecahan mug itu dan membuangnya ke tempat sampah. Sesayang-sayangnya ia pada mug itu, mug itu sudah hancur. Percuma disimpan lagi sebagai kenangan, dan percuma ditangisi.
Barangkali ini adalah pertanda, bahwa seperti mug itu, hubungan mereka pun memang tidak punya masa depan lagi, ya kan?
Memang begitulah dalam hidup ini. Bagi kita, apa yang hancur, ya seperti mug yang hancur itu. Jika sudah hancur, maka sudah. Semuanya sudah berakhir. Tidak ada harapan lagi.
Namun, melalui cerita Paskah, kita mengenal jalan cerita yang sebaliknya. Nas kita hari ini menggambarkannya dengan sangat indah.
Bayangkanlah perasaan para murid saat itu; mereka menyaksikan Guru mereka mati di kayu salib. Semuanya terasa gelap. Tapi, saat melihat batu kubur itu terguling, kegelapan pun kalah. Harapan mereka tumbuh kembali.
Kebangkitan Kristus menunjukkan kepada kita bahwa di tangan Tuhan sesuatu yang kita pikir sudah mati, bisa dihidupkan kembali oleh-Nya.
Apa yang kita anggap sudah hancur: semangat kita, sukacita kita, atau harapan kita, bisa dihidupkan-Nya kembali dan diberi-Nya makna baru yang lebih mulia.
Sahabat Webklesia, Kebangkitan Yesus bukan sekadar peristiwa sejarah yang kita rayakan dengan piknik, retret, atau telur hias. Paskah adalah bukti bahwa Tuhan berkenan memperbaiki yang hancur.
Apa pun keadaan Anda hari ini, janganlah menyerah pada keadaan itu. Jika Tuhan sanggup mengalahkan maut, maka masalah yang sedang Anda hadapi hari ini pun bisa Anda menangkan jika Anda berjalan bersama-Nya.
Paskah menguatkan kita untuk dengan tabah mencoba lagi, membuka hati untuk memaafkan lagi, dan berani bermimpi lagi. Kita tidak lagi hidup dalam bayang-bayang kegagalan masa lalu, karena kita tahu Tuhan yang Hidup memberi kita Harapan Baru setiap pagi.
Doa: Ya Tuhan, aku percaya Engkau Allah yang Bangkit dan Hidup. Aku percaya di dalam-Mu aku pun Engkau pulihkan. Amin.
