Ketika Orang Tidak Tahu Mengucap Syukur

Ucapkanlah syukur dalam segala hal. Sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18).

Ada seorang pendeta muda memimpin Ibadah Syukur Panen Raya di jemaatnya yang baru. Dalam doa syafaat, ia mengucapkan doa yang terdengar aneh bagi jemaat. Ia mengomel-ngomel dan mengeluh tentang angin, tentang hujan, harga pupuk, tentang perhatian pemerintah, gereja, pendeta, biaya sekolah anak-anak, dan segala macam persoalan. Keluhannya serasa tak ada habis-habisnya. Hingga jemaat merasa bosan dan kesal. Setelah ibadah selesai, para tua-tua jemaat menegur pendeta itu.

“Bagaimana mungkin Anda melakukan hal seperti itu di dalam Ibadah Syukur Panen Raya ini?” Tanya seorang yang paling dituakan. Pendeta itu dengan tenang menjawab, bahwa dirinya itu bukan petani. Hanya sedikit sekali yang dia tahu tentang pertanian. 

“Segala hal yang saya tahu,” ucap pak pendeta itu, “adalah apa yang saya dengar dari kalian. Dan apa yang saya dengar dari kalian, ya itu, hanya keluhan-keluhan. Mulai dari saat menanam hingga panen, yang saya dengar dari Bapak Ibu ya hanya keluhan-keluhan saja. Jadi, itulah yang saya sampaikan kepada Tuhan.” Mendengar itu, jemaat pun tersadar. Ternyata memang mereka tidak terbiasa mengucapkan ucapan-ucapan syukur.

Sahabat Webklesia, memang lebih mudah mengeluh tentang masalah-masalah kita, daripada menghitung-hitung berkat-berkat yang Tuhan beri. Namun, Firman Tuhan mengingatkan kita agar kita senantiasa mengucap syukur dalam segala hal. Setiap kali kita ingin mengeluh, cobalah menggantinya dengan ucapan syukur! 

DOA: Ya Tuhan, betapa banyaknya berkat-Mu dalam kehidupan kami, namun kami hanya suka mengeluh dan mengomel tentang segala macam persoalan. Dan seringkali kami lupa mengucap syukur. Ampunilah kami ya Tuhan. Amin.

Scroll to Top