Menilai Zaman, Menilai Permusuhan

renungan anak-menilai zaman

Bacaan Alkitab: Lukas 12:54-59

“Sebab jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap penguasa, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada petugas dan petugas itu melemparkan engkau ke dalam penjara.” (Lukas 12:58)

Andre tahu bahwa Gibran dan Tius sekarang tidak saling bicara. Andre membujuk Gibran agar mau meminta maaf kepada Tius. Kata Andre, Gibran pasti akan mendapat hukuman berat, kalau ketahuan guru, apalagi kalau sampai ke Kepala Sekolah, sebab ia yang merusak sepeda Tius. Tetapi jika ia mau berdamai, mungkin masalah itu tidak perlu sampai kepada Kepala Sekolah. Tetapi Gibran menolak. Akhirnya, benar, dia dihukum.

Sahabat Kidra, apakah jadinya apabila kita membiarkan permusuhan berlanjut dan tidak mengupayakan perdamaian? Mari kita membaca Lukas 12:54-59! Tuhan Yesus mengatakan bahwa sama seperti kita tahu bahwa ketika mendung akan datang hujan, demikian juga kita seharusnya tahu apa yang akan terjadi apabila kita tidak mengupayakan perdamaian. Akibatnya jelas, akan datang lebih banyak kesusahan dan penderitaan yang kita alami. Karena itulah, apabila ada permusuhan, kita perlu mengupayakan perdamaian.

Sahabat Kidra, melalui Natal kita merayakan kelahiran Sang Raja Damai.  Kita diingatkan betapa pentingnya kita belajar mengusahakan perdamaian. Apabila kita ada masalah dengan teman atau saudara kita, cobalah untuk memulai berdamai. Barangkali untuk itu, kita harus meminta maaf, kita yang memulai bicara, atau dengan rendah hati kita mengakui kesalahan. Yang jelas, kita perlu berusaha berdamai, sebelum persoalan yang lebih besar datang. 

Doa: Bapa di Surga, ajarlah aku untuk bersikap rendah hati agar aku dapat memulai mengusahakan kedamaian. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Scroll to Top