KITA AKAN DIUBAHKAN

Mungkin kita sudah sering mengagumi keindahan kupu-kupu. Namun, pernahkah kita memperhatikan bagaimana kehidupannya ketika masih ulat bulu?

Ulat bulu menghabiskan hampir seluruh hidupnya merayap, mungkin iri terhadap burung yang terbang di udara dan geram dengan takdirnya dan bentuknya yang buruk.

“Aku adalah ciptaan yang paling tidak disukai orang”, pikirnya. “Aku jelek, menjijikkan, dan takdirku sudah dikutuk untuk merayap seumur hidup.”

Suatu hari, Sang Pencipta meminta si ulat bulu membuat kepompong. Si ulat belum pernah membuat kepompong, namun ia melakukannya juga. Serasa membuat kuburannya sendiri dan mempersiapkan diri untuk mati saja.

Walaupun dia tidak suka kehidupannya, namun ia telah berusaha menerimanya, “… dan itu pun Kaurenggut dariku!” Keluhnya.

Dalam keputusasaannya, ia mengunci diri di dalam kepompong dan menunggu akhir hidupnya.

Beberapa hari kemudian ia diubahkan menjadi kupu-kupu yang cantik. Ia terbang dengan anggun dan dikagumi banyak orang.    

Sahabat Webklesia, kupu-kupu adalah gambaran mini tentang kehidupan orang percaya. Kematian bukanlah akhir kehidupan kita. Kematian adalah bagian dari kehidupan. Pada waktu itu, kita akan diubahkan menjadi Ciptaan Baru. 

“kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,” (1 Korintus 15:51b)

DOA: Bapa di Surga, terima kasih Engkau telah mengajarkan kami dengan banyak cara tentang rahasia kehidupan dan kematian. Baik melalui ciptaan-Mu, maupun melalui Alkitab. Amin.  

Scroll to Top