Seorang guru yang bijaksana menceritakan kisah tentang Julio, seorang yang dikenal karena kebaikannya. Konon, katanya, ketika Julio meninggal dunia, semua orang yakin pasti dia masuk Surga. Memang, dia menuju Surga. Tetapi waktu itu entah bagaimana sistem administrasi Surga sedang kacau balau. Setelah Julio mengantri lama dan tiba di depan loket, malaikat tidak menemukan nomor registrasinya. Maka dia dikirim ke neraka.
Di neraka, tidak ada pemeriksaan identitas. Semua orang yang tiba di sana langsung masuk saja. Julio pun masuk. Dia tinggal di sana selama beberapa lama. Hingga, suatu hari Lucifer dengan berang pergi ke Surga dan protes kepada Santo Petrus.
“Apa-apaan ini?!” Ujarnya dengan nada marah. “Anda telah merusak Neraka dengan mengirimkan orang itu ke sana. Dia duduk di sana mendengarkan keluh-kesah setiap orang, sehingga orang-orang di Neraka mulai saling mengasihi dan mengampuni. Ambil dia kembali!”
Sang guru mengakhiri ceritanya dan berkata: “Hiduplah sedemikian, sehingga andaikan pun kamu keliru masuk ke Neraka, sang Iblis sendiri yang akan mengantarmu kembali ke Surga.”
Sahabat Webklesia, hidup memang kadang-kadang tidak adil. Orang baik seakan diperlakukan tidak adil. Namun kebaikan tidak pernah salah. Cepat atau lambat, kebaikan akan menang. Bahkan kejahatan pun tidak tahan lama-lama dengan kebaikan.
Berbahagialah orang yang dianiaya karena kebenaran, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga. (Mat. 5:10)
DOA: Bapa di Surga, berilah kami kekuatan hati untuk selalu percaya bahwa kebaikan-kebaikan yang kami telah lakukan tidak akan pernah sia-sia. Amin.
