ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: “Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!” Tetapi berkatalah abdi Allah: “Ke mana jatuhnya?” Lalu orang itu menunjukkan tempat itu kepadanya. Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya. Lalu katanya: “Ambillah.” Orang itu mengulurkan tangannya dan mengambilnya. (2 Raja-raja 6:5-7)
Krista menghapus air matanya seketika melihat reaksi omanya. Krista menangis karena mencari bola bekelnya yang hilang. Melihat itu omanya meninggalkan jahitannya dan ikut mencari. Oma lalu sibuk mencari bola itu di setiap sudut rumah. Seolah ia mencari perhiasan yang paling berharga.
Mengapa oma ikut mencari? Rupanya karena ia menganggap bola bekel itu berharga buat Krista. Apa yang cucunya anggap berharga, berharga juga baginya.
Dalam kitab 2 Raja-raja 6:1-7. Di situ dikisahkan tentang seorang dari antara rombongan nabi Elisa yang kehilangan mata kapaknya. Ia panik dan berteriak minta tolong. Karena kapak itu pinjaman. Apakah reaksi nabi Elisa? Apakah dia mengatakan, “Ah… sudahlah. Lupakan saja, itu kan cuma mata kapak?!” Tidak. Justru demi mendapatkan kembali mata kapak itu, hari itu nabi Elisa membuat suatu mujizat. Dan demi hanya sebuah mata kapak, Tuhan menyatakan kuasa-Nya. Mata kapak yang terjatuh ke dalam sungai itu timbul mengapung!
Sahabat Webklesia, kisah nabi Elisa ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah mempedulikan hal-hal kecil dan sepele dalam hidup kita. Saya terkadang berpikir bahwa apa yang Tuhan pedulikan hanya persoalan-persoalan besar, seperti peperangan, dosa pembunuhan, penyembahan berhala, dan sebagainya. Tetapi hal-hal kecil, seperti ketika saya kehilangan dompet, jatuh dari sepeda, atau putus sama pacar di masa cinta monyet, kupikir Dia tak mengurus. Sebaliknya, ternyata, Tuhan peduli.
Memang, tidak selalu Tuhan mengembalikan apa yang hilang, tetapi yang pasti, Dia memahami kehilangan yang kita alami. Apa yang kita anggap berarti, berarti juga bagi Tuhan. Karena kita ini berharga bagi Dia.
Maka janganlah hal-hal kecil dan sepele saja membuat kita meragukan kasih Tuhan. Apa yang bagi kita kecil, juga berharga di mata Tuhan. Justru di dalam hal-hal kecil dan sepele, kita dapat melihat kuasa Allah yang besar!
Doa: Ya Tuhan, berilah kami kebijaksanaan sehingga kami dapat melihat kasih-Mu di dalam hal-hal terkecil dalam hidup kami.
