“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” (2 Korintus 4:16)
Opa Melki sudah bertahun-tahun menderita penyakit rematik, tetapi ia selalu tampil ceria seakan tak terjadi apa-apa. Orang-orang mengenalnya sebagai seorang kristen yang penuh energi dan selalu antusias. Setiap kali orang menyapa, “Apa kabar, Opa hari ini?” Dengan ceria Opa Melki selalu menjawab, “Baik! Baik sekali!” Walau pada saat itu sendi-sendi tubuhnya sedang meradang.
Pernah ada yang mengatakan bahwa ia berdusta, ketika ia berkata baik-baik saja, padahal nyata ia sedang menderita.
Tetapi apa jawab Opa Melki? Ia menjawab bahwa apa yang ia rasakan tak ada hubungannya dengan keadaan dirinya.
“Bagian diri saya yang sakit hanyalah bagian luarnya,” ”Yang sakit itu bukan diri saya yang sebenarnya. Saya sendiri merasa baik-baik saja!”, demikian kata Opa Melki.
Sahabat Webklesia, apa yang disebut oleh Opa Melki “bagian dirinya yang luar” itu, oleh Paulus disebut “kemah” atau “manusia lahiriah”. Dan apa yang disebut oleh Opa Melki, “diri saya yang sebenarnya”, oleh Paulus disebut “manusia batiniah”.
Menurut Rasul Paulus dalam 2 Korintus 4:16, “kemah” ini, “manusia lahiriah” ini bisa saja semakin merosot, namun manusia batiniah dapat semakin dibaharui dari sehari ke sehari.
Nah, Sahabat Webklesia, apa kabar Anda hari ini? Apakah Anda merasa kian merosot ataukah merasa semakin dibaharui?
Ingatlah, manusia lahiriah ini, kemah kita ini, tubuh kita ini, bisa saja kian merosot, tetapi tidak manusia batiniah kita.
Jika kita hidup di dalam Kristus, tubuh kita ini memang akan juga binasa dan pupus, sama seperti orang-orang lain, tetapi tak ada yang dapat merenggut jiwa kita dari pelukan Kristus, Tuhan dan Juruselamat itu!
Doa: Ya Tuhan, berilah kami kekuatan untuk memuji kemuliaan-Mu, baik melalui tubuh maupun roh kami. Amin.
