Tuhan Selalu Hadir dalam Hidupmu!

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)

Hidup ini ibarat sebuah film atau cerita novel. Perjalanan hidup kita terdiri dari episode-episode atau babak-babak. Ada permulaan cerita, kemudian perjalanan cerita dan kemudian perlahan-lahan menuju akhir. Di dalam cerita itu, ada orang-orang yang datang dalam kehidupan kita, dan ada yang pergi dari kehidupan kita. 

Ada orang yang kehadirannya itu memberi kesan yang mendalam, ada yang berlalu begitu saja. Yang memberi kesan yang mendalam dan indah, kita ingin kebersamaan dengannya berlangsung lama, tetapi terkadang ia pergi dengan cepat. 

Ada yang kita tidak suka dan kita tidak ingin tinggal lama bersama-sama dengannya, tetapi justru kita harus berhadapan dengan dia setiap hari setiap waktu. 

Ada pula kalanya seseorang yang kita harapkan akan ada di babak selanjutnya ternyata tidak hadir lagi. Tetapi perjalanan episode demi episode hidup kita pun berlanjut, dan terus berjalan, meski terasa berat tanpa orang yang diharapkan.

Sahabat Webklesia, terkadang, kita tidak berdaya menentukan siapa yang akan hadir di dalam hidup kita, dan siapa yang akan terus bersama kita sepanjang hidup. Juga kita tidak punya kuasa untuk menentukan babak-babak dalam hidup kita esok hari – indahkah atau menyakitkan. Namun satu hal yang pasti ialah, di dalam peristiwa apa pun yang kita alami, dan siapa pun yang mengiringi hidup kita, ada satu yang selalu hadir dan tak pernah meninggalkan kita, yakni Tuhan Allah kita. 

Episode demi episode boleh berganti, orang-orang boleh datang dan pergi, peristiwa suka dan duka boleh terjadi, namun Tuhan selalu ada. Ia tak pernah meninggalkan kita. Dalam Ibrani 13:5 Tuhan berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Sahabat Webklesia, Tuhan selalu ada dan hadir di dalam setiap episode kehidupan kita. Namun, yang menjadi persoalan adalah: apakah kita mau menerima Dia sebagai pemain utama dalam kehidupan kita? Ataukah kita menganggap Dia hanya sebagai pemeran pengganti yang kita panggil hanya jika kita membutuhkan-Nya atau bahkan mungkin kita memperlakukan Tuhan hanya sebagai penonton yang tidak punya andil apa-apa dalam kehidupan kita?

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami membuka hati dan menjadikan Tuhan sebagai pemain utama yang mengendalikan kehidupan kami. Amin.  

Scroll to Top