Janganlah Khawatir, Berdoalah dan Ucapkan Syukur!

Janganlah khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)

Pak Jarwo sehari-hari menjual buah di pinggir jalan. Ia buta huruf, sehingga ia tidak pernah membaca koran, apalagi bermain di sosial media. Ia memasang pamflet di sepanjang jalan itu dan sepanjang hari meneriakkan keunggulan rasa buah-buahannya. Banyak orang sudah menjadi pelanggannya. Ia menambah pamflet ke lebih banyak jalan, dan menjual lebih banyak buah-buahan. Bisnisnya bertumbuh dengan cepat. Sampai pada suatu hari, anaknya yang telah kuliah di Jakarta, pulang dan berkata, “Ayah, tahukah Ayah bahwa ekonomi dunia sedang buruk? Dan negeri kita juga sedang mengalami masa-masa sulit!” Mendengar itu, Pak Jarwo jadi khawatir. Ia mengurangi promosinya dan tidak menjual buah-buah terbaik lagi, sebab buah yang murah lebih murah. Akibatnya, tidak berapa lama, penjualannya menurun tajam. “Anakku benar,” keluhnya. Sekarang memang masa yang sulit.” 

Sahabat Webklesia, seringkali kekhawatiran itu muncul bukan karena keadaan yang sulit. Justru sebaliknya, keadaan menjadi sulit karena kita mulai khawatir. Khawatir adalah perasaan cemas dan gelisah akan sesuatu yang belum terjadi, dan mungkin bahkan takkan pernah terjadi. Karena itu Firman Tuhan mengingatkan kita, agar janganlah kita khawatir. Justru ketika keadaan tidak baik-baik saja, tetaplah kita berdoa dan bersyukur, bukannya dikalahkan oleh kekhawatiran kita. 

DOA: Ya Tuhan, terima kasih atas segala kasih dan penyertaan-Mu di saat-saat tenang dan di saat-saat ketika keadaan tidak baik-baik saja. Amin.  

Scroll to Top