Makna Yesus Mengubah Air Menjadi Anggur

Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, … (Yohanes 2:11)

Kisah mujizat Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana adalah peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan kita, umat percaya. Mengapa? Karena itu adalah simbol penyataan diri Yesus sebagai Tuhan, sebuah epifani. Dan yang juga menarik adalah penyataan Diri-Nya itu Dia lakukan di tengah-tengah hari perkawinan, yakni di titik awal sebuah rumah tangga.

Mengapa mujizat itu bukan Dia lakukan di sebuah ibadah, misalnya? Atau di suatu acara perayaan keagamaan di Bait Allah? Mengapa Dia memilih acara pesta perkawinan di rumah? Ah, ya mungkin karena Ia didesak oleh Ibu-Nya. Mungkin juga karena baik ibu-Nya, maupun Yesus sendiri, memberi makna yang sangat tinggi pada perkawinan – pada sebuah rumah tangga.

Sahabat Webklesia, ketika Yesus mengubah air menjadi anggur dan menyelamatkan muka pemilik pesta, Yesus menyatakan tanda bahwa ketika Tuhan hadir di dalam rumah tangga kita, di dalam keluarga kita, Dia mengubahkan yang biasa-biasa saja menjadi hal yang luar biasa. Orang-orang yang merasa tak berharga, yang tak dianggap, diangkat-Nya menjadi orang-orang yang berharga. Mereka yang tersiksa oleh kekuatiran dibuat-Nya berbahagia. Saat-saat yang menyedihkan, bahkan yang memalukan, diubahkan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan.

DOA: Ya Tuhan, kami bersyukur atas momen-momen manis yang telah Engkau ciptakan di dalam kehidupan kami. Tetaplah hadir dan campur-tangan “mengubah air menjadi anggur” di dalam rumah tangga kami dan mengikat keluarga kami dengan kasih-Mu. Amin.

Scroll to Top