Tahun Baru Tahun Anugerah

Tetapi, hendaklah kamu saling menasihati setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi keras hatinya karena tipu daya dosa. (Ibrani 3:13)

Opa Herman kesal melihat orang-orang saling mengucapkan “Selamat Tahun Baru!” Semua orang tampak menyambut Tahun Baru dengan gembira. Tetapi tidak baginya. Opa Herman malah kesal, kenapa dia justru masih hidup sampai sekarang! Ketika masa pandemi, banyak sekali kawan dan kerabatnya yang telah tiada dalam waktu hampir bersamaan. Opa Herman merasakan banyak kehilangan dan kesedihan. Sementara itu, dia sendiri merasa terjebak dan tersiksa di dalam tubuhnya yang semakin tua. Dan itu membuatnya selalu menggerutu. Dia ingin cepat-cepat mati saja! 

Sahabat Webklesia, apakah yang seringkali menjauhkan banyak orang dari kasih Tuhan? Banyak orang yang tidak mengalami kasih Tuhan, karena ketakutan serta kekhawatiran mereka, bahwa semakin kita tua, semakin kita tersiksa dan menderita. Itu sebabnya banyak orang yang menghabiskan hari-hari masa tuanya dengan hanya mengeluhkan hidupnya. Banyak yang ingin cepat-cepat mati saja!

Padahal Tuhan menjanjikan penyertaan-Nya sejak kita lahir, sampai kita dipanggil-Nya kembali. Mengapa ketika memasuki masa senja, kita hanya melihat kesakitan dan penderitaan belaka? Itu adalah akibat tipu daya dosa. Dosa mengalihkan kita dari kasih Allah, sehingga kita hanya melihat penderitaan. Karena itulah sangat penting kita saling mengingatkan dan menasihati, agar hati kita selalu terarah kepada kasih Tuhan. Marilah kita selalu memandang “hari ini” dan “tahun ini” sebagai anugerah-Nya.

DOA: Ya Tuhan, Puji Syukur bahwa kami masih Engkau beri kesempatan untuk menikmati berkat-Mu hari ini. Ajarlah kami membuka mata dan hati kami agar selalu tertuju pada kasih-Mu dan tidak teralihkan oleh tipu daya dosa. Amin. 

Scroll to Top