Renungan Iman dan Pengharapan, Renungan Keluarga, Renungan Penghiburan

Akibat Pandangan Tajam Mata Kita

Yang terutama: Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. (1 Ptr. 4:8) Saya kebetulan sedang liburan di kampung halaman ketika mendengar berita ini. Seorang wanita, ibu dari dua anak balita, ditemukan mati gantung diri. Kabarnya, ia memang jarang keluar rumah sejak suaminya pergi meninggalkannya tanpa kabar apa pun. Hari itu orang-orang […]

Renungan Iman dan Pengharapan, Renungan Keluarga, Renungan Penghiburan

RUNTUHKANLAH TEMBOK KEKERASAN HATIMU

Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” (Yoh. 21:17b) Setelah Sekar Ayu tahu bahwa ibu Rima menceritakan hal yang buruk tentang dirinya kepada tetangga, ibu Rima merasa bersalah. Dan karena merasa bersalah, ibu mertuanya itu selalu menghindarinya. Ibu Rima seperti menarik diri. Terasa seperti ada tembok tinggi di

Renungan Iman dan Pengharapan, Renungan Penghiburan

MATI ADALAH UNTUK HIDUP

Apa yang engkau taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. (1 Kor. 15:36) Oma Tika memejamkan matanya dengan hati pedih ketika mendengar kabar tentang kematian seorang sahabatnya. Satu per satu orang-orang yang dikasihinya telah meninggal dunia. Kita bisa mengalami sesuatu berkali-kali dan menjadi terbiasa. Tetapi berapa kalipun kita mendengar kabar tentang kematian,

Scroll to Top