Tuhan adalah Sumber Pengharapan Kita

Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kuasa Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. (Roma 15:13)

Pak Marten tampak sangat kesal. Dia sudah sampai keringatan mengutak-atik peralatan sound system itu. Ia mengomel dan menggerutu tentang segala sesuatu dan mengungkit keteledoran semua orang. Tapi tetap saja, tidak ada suara apa pun dari peralatan itu. 

“Kenapa bisa begini!? Siapa yang telah merusak alat-alat ini!?” Begitu Pak Marten menggerutu dengan kesal.

Melihat itu, tiba-tiba Johan, asistennya, teringat sesuatu. Ia mengambil kabel utama, menelusurinya ke bawah kursi, ke belakang panggung, hingga ia harus menjongkok ke kolong meja dan… aha! Ternyata di sana masalahnya. Kepala kabel itu ternyata tidak tercolok. Rupanya ada orang yang sudah mencabutnya. Entah kenapa dan apa alasannya, tapi itulah masalahnya. Tanpa terhubung ke sumber listrik, peralatan-peralatan di luar sana itu hanya seonggok barang-barang mahal yang tak berguna. 

Sahabat Webklesia, kita juga demikian jika tanpa Allah. Allah adalah sumber pengharapan kita, dari sanalah pengharapan dan sukacita dan damai sejahtera kita berasal. Tanpa Allah, apakah yang kita harapkan dari kehidupan ini? Harta? Kekuasaan? Nama baik? Anak cucu? Kesehatan dan kekuatan? Makanan enak dan tidur nyenyak? Semuanya itu baik kita miliki, sepanjang kita tetap terhubung dengan Sang Sumber kekuatan dan pengharapan kita, yakn Allah Bapa kita Surga.

DOA: Ya Tuhan biarlah Roh Kudus-Mu senantiasa menyertai kami sehingga kami berlimpah-limpah dengan pengharapan, dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera yang asalnya daripada-Mu. Amin. 

Scroll to Top