Yang terutama: Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. (1 Ptr. 4:8)
Saya kebetulan sedang liburan di kampung halaman ketika mendengar berita ini. Seorang wanita, ibu dari dua anak balita, ditemukan mati gantung diri. Kabarnya, ia memang jarang keluar rumah sejak suaminya pergi meninggalkannya tanpa kabar apa pun. Hari itu orang-orang sekampung murung. Saya ingat seorang sosiolog mengatakan, jika ada seseorang yang melakukan bunuh diri, bukan hanya orang itu yang melakukan pembunuhan terhadap dirinya, melainkan seluruh kaum keluarganya dan masyarakat sekitarnya. Bahkan kita semua turut berkontribusi.
Karena, apakah yang terjadi dalam masyarakat kita, sehingga ada orang yang merasa masalahnya begitu memalukan, sehingga dia harus diam-diam menanggungnya seorang diri? Mengapa ia merasa lebih baik mati daripada meminta pertolongan atau perlindungan? Mengapakah dia dapat merasa begitu tidak layak untuk hidup?
Sahabat Webklesia, banyak orang menanggung beban kehidupan yang berat, bukan hanya karena kesalahan mereka sendiri, melainkan karena pandangan tajam mata kita, mata masyarakat sekitarnya.
Karena kita tidak mengasihi, seperti Tuhan mengasihi kita. Kita lebih suka menghakimi daripada menolong mereka yang disia-siakan. Dan daripada menunjukkan jalan keluar, banyak dari kita lebih suka membeberkan kesalahan dan kelemahan mereka yang menderita.
DOA: Bapa di Surga, ajarlah kami mengasihi seperti Engkau mengasihi kami, menutupi dosa-dosa orang lain seperti Engkau menutupi dosa-dosa kami, mengampuni, seperti Engkau menganugerahkan pengampunan kepada kami. Amin.
