Kamu Tidak Dapat Mengabdi Kepada Dua Tuan

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Sebab, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. (Matius 6:24)

Konon, suatu kali, si anak Iblis masuk ke dalam gereja, ia bergabung di tengah-tengah umat yang sedang beribadah. Ternyata, ada jemaat yang mengenalinya. Orang itu spontan menengking dan mengusirnya keluar. Akan tetapi si anak Iblis menanggapinya hanya dengan senyum kecil. Orang-orang lain pun ikut mengusirnya keluar. Tapi bukannya keluar, ia malah tertawa-tawa. Beberapa orang melemparinya dengan Alkitab, ada juga yang menghadapkan salib ke arahnya. Tapi si anak Iblis tetap tidak beranjak. Tawanya malah semakin keras. Akhirnya pak gembala menyodorkan kantong kolekte. Ajaib. Mata si iblis langsung terbelalak. Panik. Tawanya mendadak terhenti. Lalu ia lari ke luar dengan ketakutan. Haha! Ternyata Iblis itu takutnya hanya pada kantong persembahan.

Sahabat Webklesia, cerita ini adalah sindiran kepada orang-orang yang hatinya begitu melekat pada harta benda dan kekayaannya. Harta benda, uang dan kekayaan materi digambarkan oleh Yesus sebagai tuan bernama Mamon. Kita harus menentukan, kepada siapakah kita mengabdi. Tidak bisa kita taat kepada Mamon dan juga ingin setia mengabdi kepada Tuhan. Kita harus memilih: melekatkan hati kepada Mamon, ataukah kepada Allah. Karena pilihan kita akan menjadi dasar segala sikap dan tindak-tanduk kita di dalam kehidupan ini. 

DOA: Ya Tuhan, kami memilih untuk mengabdi kepada-Mu. Berilah kami kekuatan dan kebijaksanaan agar kami dapat hidup sebagaimana yang Engkau ajarkan sampai akhirnya nanti. Amin.

Scroll to Top