Tuhan, Lepaskanlah Kami Dari Yang Jahat!

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. (Matius 6:13)

Pak Moris sangat bahagia sejak cucunya, Felix, rajin menelepon. Hari-harinya seakan menjadi lebih berwarna. Tapi suatu kali Felix berkata bahwa dia sedang sedih, sebab dia lulus masuk Universitas, tapi tabungannya belum cukup untuk bayar biaya. Felix minta bantuan Pak Moris, Opanya. Tentu saja Pak Moris dengan senang hati membantu. Felix minta sang Opa menyediakan uang tunai sejumlah 15.000 Euro (sekitar 270 juta rupiah). Ketika uang itu sudah siap, Felix menelepon bahwa dia berhalangan datang, karena tiba-tiba dipanggil untuk tes di kampus, jadi temannya yang akan datang mengambil uang itu. Lalu seseorang datang ke rumah Pak Moris, mengambil uang itu dan pergi dengan mobil. Ketika Pak Moris dengan bangga bercerita kepada tetangganya, tetangga itu heran. Sebab setahu dia, Pak Moris tidak punya anak, apalagi cucu. Oh, ternyata Pak Moris telah jadi korban penipuan! Kasus penipuan seperti ini sering terjadi di Jerman. Korban pada umumnya adalah kaum lansia yang tinggal sendirian dan yang sudah lemah ingatannya.

Sahabat Webklesia, mendengar cerita tentang penipuan seperti itu, mungkin kita sampai tak sanggup berkata-kata. Betapa kejamnya! Betapa teganya si pelaku. Seolah-olah ia menghisap darah korbannya dan membiarkannya mati pelan-pelan. 

Tapi memang banyak orang yang berlaku seolah-olah uang adalah segala-galanya yang diperlukan untuk hidup. Semogalah kita dijauhkan dari mereka. Dan semoga kita masih percaya bahwa menjadi manusia yang memiliki harkat dan martabat adalah jauh lebih mulia daripada uang yang banyak.

DOA: Ya Tuhan, jauhkanlah kami dari segala kejahatan, dan ajarlah kami mengejar nilai kehidupan yang mulia. Sampai pada akhir kehidupan kami di dunia ini. Amin. 

Scroll to Top