… yakni Onesimus. Dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. (TB2 Filemon 1:10b-11)
“Apalah arti sebuah nama, dengan nama apa pun mawar akan tetap harum,” demikian kutipan yang terkenal dari drama Romeo and Juliet karya Shakespiere. Ya, apalah arti sebuah nama? Pernahkah Anda membayangkan apakah ada bedanya bagi Anda jika nama Anda bukan yang sekarang? Dalam banyak budaya, nama sangat berarti. Namamu adalah gambaran kepribadianmu, jati dirimu.
Dalam suratnya kepada Filemon, menarik bahwa rasul Paulus menyebut seseorang bernama Onesimus. Onesimus adalah budaknya Filemon yang melarikan diri dari rumah Filemon dan kemudian tertangkap dan dipenjarakan. Entahkah kebetulan atau jalan-jalan Tuhan, ia di dalam penjara yang sama dengan rasul Paulus.
Onesimus dalam bahasa Yunani adalah ONHSIMON, yang artinya: seseorang yang berguna. Kalau dia orang Indonesia, mungkin namanya adalah ’Gunawan’ 🙂 Onesimus sendiri tentulah sadar akan apa arti namanya itu. Dan ia pun ingin selalu menjadi orang ’berguna’, sebagaimana harapan yang terkandung di dalam namanya itu. Sayangnya, entah apa dan mengapa, ia harus melakukan sesuatu yang menyebabkan dia dipenjarakan itu. Itulah yang mungkin dilihat oleh Paulus, selama hari-hari mereka di penjara itu. Dalam pandangan Paulus, Onesimus adalah onhsimon, anak muda yang berguna. Khususnya bagi pelayanan pemberitaan firman Tuhan.
Sahabat Webklesia, apapun arti yang terkandung di dalam nama kita, yang menentukan sesungguhnya adalah bagaimana kita hidup. Nama yang indah dan mulia hanya akan bermakna apabila, ketika kita mengalami masa-masa gelap dan sulit, kita bisa menunjukkan karakter yang sesuai dengan nama kita itu. Bila tidak, nama memang hanya sekedar nama.
Refleksi: Nama adalah doa, identitas diri, dan harapan orang tua. Mungkin kadang rasanya terlalu tinggi dan memberatkan. Namun, satu hal yang selalu bisa kita lakukan adalah menjadi orang berguna.
