Ketika Mawar Kesayanganku Mati

Lalu Allah berfirman, “Engkau mengasihani pohon jarak itu, padahal engkau tidak berjerih-payah atau menumbuhkannya. Ia tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana mungkin Aku tidak mengasihani Niniwe…?” (Yunus 4:10-11)

Saya pernah mendapat hadiah tanaman mawar di dalam sebuah pot mungil. Saya menaruhnya di depan jendela kamar saya. Karena mawar itu, setiap pagi saya bangun dengan sebuah harapan baru. Saya memeriksanya, menyiramnya hati-hati, dan menyapa kuncup-kuncupnya yang mulai muncul.

Seminggu kemudian, mawar itu mekar. Tiga kuntum bunga mawar merah yang sempurna. Waktu itu saya tinggal di asrama kampus. Teman-teman yang melihatnya pasti mampir untuk memuji dan menyapa mawarku itu. Mereka ikut bahagia dan menengoknya setiap hari. Tetapi sayang, bunga memang indah, tapi tidak lama. Hanya beberapa hari kemudian kuntum itu layu dan mengering. Kemudian daun-daunnya satu per satu gugur. Lalu batangnya pun ikut kering. Hingga akhirnya, mawarku itu mati.

Lama saya dan teman sekamarku hanya duduk termenung memandangi batang kering itu. Tak terkatakan indahnya perasaan kami setiap kali membuka jendela di pagi hari dan kami disambut dengan mawar cantik itu. Tetapi kini ia sudah mati. Bahkan teman-teman yang biasanya mampir untuk menengoknya pun ikut bersedih. 

Barangkali begitulah perasaan Yunus. Seperti Yunus yang sayang kepada pohon jarak itu, demikian juga kami sayang pada mawar itu. Terbayang bagaimana ia marah dan kecewa ketika pohon jarak yang memberikannya keteduhan di hari terik itu kemudian kering dan mati. 

Kita saja manusia bisa begitu sayang terhadap apa yang bukan kita yang memberikan pertumbuhan. Maka tak terbayangkan sayangnya Tuhan terhadap manusia, ciptaan-Nya. Bahkan terhadap Niniwe, yang diharapkan Yunus harusnya dibinasakan.

Sahabat Webklesia, betapa Tuhan itu sayang pada kita. Dia ingin kita selamat dan hidup. Bahkan ketika kematian dan bencana datang, itu bukanlah kutukan dan kekejaman Tuhan; itu bukan berarti orang telah kehilangan kasih sayang-Nya. Kematian adalah hanyalah bagian dari kehidupan yang Tuhan anugerahkan ini. 

DOA: Bapa di Surga, berikanlah kekuatan bagi saudara-saudari kami yang mengalami bencana dan kematian. Lindungi yang selamat. Berikan harapan buat kaum keluarga yang cemas di mana pun berada. Dan kesabaran untuk para penolong. Janganlah ini membuat kami kehilangan iman dan pengharapan. Amin. 

Scroll to Top