Kasih dalam Keluarga itu Bukan Aksesori Belaka 

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, tetapi yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:13)

Aksesori adalah pernak-pernik tambahan. Dalam berbusana, aksesori itu contohnya adalah kalung, topi, syal, sepatu, bros, ikat pinggang, dll. Aksesori yang pas bisa mempermanis penampilan seseorang dan memberi kesan tertentu. Tetapi aksesori tetaplah aksesori, ia hanyalah pelengkap yang bisa ada, dan bisa juga tidak ada. Aksesori bukanlah hal yang pokok. Karena itu, tidak ada orang yang waras yang mengenakan aksesorinya saja tanpa busana.

Sahabat Webklesia, sayangnya banyak keluarga memperlakukan kasih seperti aksesori belaka, sesuatu yang ditampilkan hanya saat di depan orang lain, saat ingin terlihat harmonis, atau saat ingin dipuji sebagai “keluarga baik-baik.” Mungkin mereka mengucapkan kata-kata manis, namun hati tidak sungguh mengasihi. Perhatian diberikan hanya bila nyaman. Pengertian diberikan hanya bila gampang. Pengampunan diberikan hanya bila menguntungkan. Kasih akhirnya menjadi aksesori, perhiasan, bukan identitas yang sesungguhnya.

Padahal Firman Tuhan menegaskan bahwa kasih adalah yang paling besar. Kasih bukan tambahan, bukan sekedar perhiasan. Kasih adalah inti kehidupan keluarga. Tanpa kasih, iman keluarga bisa terlihat kokoh, tetapi rapuh di dalam; pengharapan bisa terdengar indah, tetapi tidak menghangatkan suasana rumah. Bila tanpa didasari kasih, segala kebaikan, keramahtamahan, dan pemberian dalam keluarga menjadi hampa, bahkan bisa sangat menyakitkan. 

Karena itu, mari memandang kasih sebagai “busana utama” keluarga kita: yang dipakai setiap hari, yang melindungi, menghangatkan, dan menyatukan. Biarlah setiap tindakan, setiap kata, setiap keputusan dalam rumah kita berakar pada kasih yang sejati, kasih yang sabar, yang mengampuni, yang mencari yang terbaik bagi anggota keluarga lainnya.

Kasih bukan aksesori belaka. Kasih adalah napas sebuah keluarga yang hidup di dalam Tuhan.

DOA: Ya Tuhan, ajarlah kami mengenakan kasih dan mengasihi dengan cara yang benar, seperti Engkau mengasihi kami, secara khusus di dalam keluarga kami sendiri. Amin.

Scroll to Top