Apabila kamu menjadi marah, janganlah berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu. (Efesus 4:26)
Di Jerman, ketika orang mau membangun bangunan di suatu wilayah, mereka wajib “membersihkan” dahulu bidang tanah itu dari kemungkinan adanya bom. Mengapa? Karena di Jerman ada banyak bom yang terpendam. Pasalnya, Jerman dalam tahun 1945 dihujani bom oleh pasukan sekutu. Akibat Jerman dihujani bom itulah, kita tahu, Jerman menyerah kalah dan Perang Dunia II berakhir. Namun, banyak bom yang dijatuhkan itu tidak meledak, ternyata. Bom-bom yang tidak meledak itu tertimbun dalam reruntuhan dan terkubur di dalam tanah. Makanya, sekarang, sebelum membangun, orang wajib memastikan bahwa wilayah itu “bersih”. Bila ada bom yang ditemukan, akan sebisa-bisanya dijinakkan. Biasanya penduduk di sekitar – sekian radius kilometer akan dievakuasi. Tapi terkadang juga bom itu harus diledakkan, atau meledak sendiri, dan mengakibatkan banyak kerugian.
Sahabat Webklesia, bom yang terpendam ini dapat kita pakai sebagai gambaran tentang kemarahan yang disimpan atau dipendam. Marah adalah emosi yang wajar. Bagi Tuhan Yesus, marah itu sendiri bukanlah dosa. Berbuat dosa ketika marah, itulah yang Dia peringatkan. Dosa ketika marah adalah menyimpan atau memendam kemarahan itu. Makanya Dia menasihatkan, apabila kita marah, janganlah menyimpan kemarahan kita itu lama. Bahkan janganlah sampai matahari terbenam.
Banyak orang yang menyimpan kemarahan, bahkan sampai bertahun-tahun. Tampaknya dari luar itu aman-aman saja, tidak ada bahayanya. Namun, itu bagaikan bom yang terkubur di Jerman itu, sewaktu-waktu kemarahan itu bisa meledak.
Adalah lebih baik bila kemarahan itu dikelola. Seperti bom yang tidak meledak itu, lebih baik dijinakkan, supaya tidak merusak, daripada meledak dengan sendirinya dan merusak hal-hal baik di dalam kehidupan kita yang sudah terbangun baik.
DOA: Ya Tuhan, lembutkanlah hati kami, agar kami mau memaafkan orang yang bersalah kepada kami, dan berilah kami kebijaksanaan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di antara kami dan tidak menyimpan kemarahan di dalam hati kami. Amin.
