Apakah Ada Gunanya Orang Jahat?

Janganlah dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:21)

Di antara barang-barang peninggalan seorang Yahudi yang meninggal di kamp konsentrasi, ditemukan secarik kertas yang bertuliskan doa sebagai berikut: “Tuhan, ketika Engkau datang dalam kemuliaan-Mu, janganlah hanya mengingat orang yang baik, tetapi juga orang-orang jahat; Dan pada hari kiamat, janganlah mengingat hanya tindakan kekejaman, kebiadaban dan kekerasan yang mereka lakukan, tetapi ingatlah juga buah yang mereka hasilkan di dalam kami – hasil dari apa yang mereka lakukan terhadap kami. Ingatlah akan kesabaran, keberanian, kasih persaudaraan, kerendahan hati, kemurahan hati dan roh kesetiaan yang terbangun di dalam jiwa-jiwa kami, oleh para penjahat itu. Dan kemudian, Tuhan, semoga buah itu digunakan untuk menyelamatkan jiwa orang-orang jahat itu.”

Sahabat Webklesia, tentu tidak sulit untuk memetik pelajaran dari orang-orang baik dan berhati mulia. Namun, apakah yang dapat kita pelajari dari orang-orang jahat? Apakah yang kita hayati dari kesesakan dan penderitaan kita oleh karena perbuatan mereka? Mudah saja kita menjawab dengan geram: “Tidak ada!” Namun, doa di atas mengingatkan kita: bahkan dari yang jahat pun, kita dapat memperoleh kebaikan, bila kita memiliki kasih.  

DOA: Bapa di Surga, berilah kami kemurnian hati untuk melihat segala kebaikan, bahkan di dalam kejahatan orang-orang dan kesesakan yang kami alami di dalam kehidupan ini. Amin. 

Scroll to Top