Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Kata Natan kepada Daud: “TUHAN telah menyingkirkan dosamu; engkau tidak akan mati.” (2 Samuel 12:13)
Nabi Natan datang ke istana dan menceritakan ini kepada raja Daud: “Di suatu kota, ada seorang kaya raya, dan ada seorang yang sangat miskin. Si kaya mempunyai banyak domba dan lembu sapi, si miskin tidak punya apa-apa, selain seekor anak domba betina. Si miskin sayang kepada anak domba itu seperti anaknya sendiri. Suatu hari, orang kaya itu kedatangan tamu, tapi ia sayang mengambil seekor dari dombanya atau lembunya untuk menjamu tamunya itu. Jadi ia mengambil anak domba kepunyaan si miskin itu.”
Mendengar cerita itu, Daud murka. “Orang kaya itu harus dihukum mati!” Titahnya. Namun Natan berkata kepada Daud, “Engkaulah orang itu.”
Cerita itu adalah gambaran perbuatan jahat Daud yang mengambil Batsyeba, istri Uria (cerita selengkapnya tentang Daud dan Batsyeba dapat Anda baca dalam 2 Samuel 11:1-12:25).
Mendengar perkataan Natan itu, Daud mengakui dosanya, menyesalinya, dan memohon ampun kepada Tuhan.
Sahabat Webklesia, bagaimanakah reaksi kita ketika aib dan kesalahan kita diungkapkan di depan hidung kita sendiri? Apakah kita marah? Tersinggung? Menyangkal? Ataukah kemudian timbul kebencian kita kepada orang yang mengungkapkan itu? Semua itu bisa dilakukan oleh raja Daud, namun ia tidak melakukannya. Yang Daud lakukan adalah mengakui dosanya yang memalukan itu, menyesali perbuatannya, dan memohon pengampunan kepada Tuhan. Dan ia pun diampuni.
DOA: Ya Tuhan, berilah kami kerendahan hati serta keberanian untuk mengakui dosa-dosa kami, menyesali, dan memohon pengampunan-Mu. Amin.
