Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Flp. 1:6b)
Ibu Rima merasa menyesal telah mengatakan hal yang buruk mengenai Sekar Ayu, anak menantunya. Ia menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Akan tetapi, walaupun Sekar Ayu sudah memaafkannya, namun ibu Rima tetap merasa tidak enak hati kepada Sekar Ayu. Maka ia “menjaga jarak” dengan Sekar Ayu. Ibu Rima menjadi jarang tinggal duduk mengobrol dengan Sekar Ayu lagi. Apabila Sekar ada di dapur, Ibu Rima tidak akan masuk ke dapur. Hingga suatu hari ibu Rima mendengar khotbah tentang pengampunan. Ibu Rima menyadari bahwa ia tidak percaya bahwa Sekar Ayu telah mengampuninya, sebab sebenarnya dirinyalah yang tidak dapat mengampuni diri sendiri.
Sahabat Webklesia, kita mungkin dapat menyebutkan beberapa peristiwa yang dulu sangat menyakitkan, atau orang-orang yang tidak mungkin kita lupakan perbuatannya. Namun kita juga tahu, bahwa ada saatnya kita tidak marah lagi atau tidak sakit hati lagi. Mungkin kita heran dan bertanya, bagaimana mungkin itu terjadi? Mengingat betapa sakitnya atau marahnya kita pada waktu itu?
Sahabat Webklesia, itulah keajaiban kasih Tuhan. Tuhanlah yang memampukan kita untuk mengampuni. Dia ingin kita belajar mengampuni orang lain, supaya kita pun dapat belajar percaya bahwa kita telah diampuni di dalam penebusan Yesus Kristus.
DOA:
Bapa di Sorga, ajarlah kami mengampuni mereka yang telah menyakiti kami, dan ajarlah kami mengampuni diri kami sendiri. Supaya kami mengerti akan pengampunan-Mu dan menerima janji keselamatan yang Engkau beri di dalam Yesus Kristus. Amin.
