Kumpulan Humor Kristen Lansia

Kaum lanjut usia tidak saja menyimpan banyak kenangan, melainkan juga seringkali memiliki kemampuan tersendiri untuk menertawakan banyak hal.

Mereka kadang menertawakan kebodohan-kebodohan di masa muda, tubuh yang berubah dan tulang yang berderak-derak, bahkan hal-hal yang mungkin dahulu mereka tangisi, setelah puluhan tahun berlalu, sekarang mereka tertawakan.

Kami berupaya mengumpulan cerita-cerita lucu sehari-hari, baik dari oma-opa sendiri, maupun yang beredar dari mulut ke mulut oleh anak-anak dan cucu-cucu.

Semoga ini bisa menghibur.

Disclaimer: cerita-cerita ini sekedar untuk menghibur. 

Ketika Opa Melky Mau ke Gereja

Opa Melky pakai batik, bawa Alkitab, lewat di depan rumah Opa Kobu’.

Opa Kobu’ sedang menyapu di halaman. Lihat Opa Melky, dia menyapa, “Weiish.. Opa mau ke gereja?”

Opa Melky tersenyum. Mengibaskan tangannya, menjawab: “Aach.. tidak. Ini Opa mau ke gereja.” 

Opa Kobu’ mengangguk: “Ooh.. saya kira Opa mau ke gereja.”

"Domba yang Hilang"

humor kristen lansia - domba yang hilang

Opa Melky ketahuan sama istrinya bahwa dia suka sewa dvd panas. Opa Melky janji tidak akan ulang lagi.

Dia bertobat.

Waktu itu masih jaman banyak penyewaan dvd di jalan-jalan dan di mall-mall.

Opa Melky punya satu langganan tetap.

Tiga bulan berlalu Opa Melky tidak pernah lagi ke situ.

Suatu hari, Opa Melky mau kembalikan dvd yang belum sempat dia kembalikan.

Maka ia pergi ke langganannya itu.

Melihat Opa Melky dari jauh, si pemilik toko bangkit dan dengan senyum lebar ia menyambut di pintu, “Waah, selamat datang kembali dombaku yang hilang!”

Ini Semua Gara-gara Oma!

humor kristen lansia gara-gara oma

Hanya sehari setelah Oma Susan meninggal dunia, Opa Jacky terkena serangan jantung dan menyusul kekasih hatinya itu.

Mereka berjumpa kembali di depan pintu surga. Santo Petrus menyambut mereka dan mempersilahkan mereka masuk ke surga.

Begitu pintu terbuka, mereka disambut nyanyian para malaikat. Dan di hadapan mereka terbentang meja makan yang penuh dengan hidangan yang tampak lezat. 

Melihat itu semua, Opa Jacky berpaling kepada Oma Susan dan berkata, “Itulah kau,” ucapnya dengan kesal.

“Kalau saja kau tidak selalu larang-larang aku makan yang enak-enak, kan aku bisa lebih cepat ke sini!” 

 

 

Scroll to Top