Ada kisah yang cukup menarik dari Perancis, negeri romantis dan penghasil anggur terbaik itu. Seseorang dari Indonesia mengunjungi sebuah perkebunan anggur di sana. Setelah berkeliling dan mencicipi buah-buah anggur yang ranum dan manis-manis itu, ia baru memperhatikan bahwa kebun itu sama sekali tidak memiliki pagar pelindung. Apakah sang pemilik kebun tidak takut buah-buah anggurnya itu dicuri orang? Atau… apakah memang di negeri yang terkenal orang-orangnya sangat romantis itu memang tak ada lagi pencuri?
Tidak tahan dengan rasa penasaran, orang ini pun memberanikan diri bertanya kepada salah satu petani yang mengantarnya, “Pak, perkebunan seluas dan sebagus ini kok tidak diberi pagar? Apakah memang tidak ada pencurian di sini?” O, jawab si petani. Ada kok. Kami tetap memberi pagar untuk kebun ini. Lho, mana pagarnya, saya sama sekali tidak melihat ada pagar-pagar itu di sini? Lalu si petani pun menjelaskan bahwa pagarnya adalah pohon-pohon anggur juga. Jadi mereka menanam pohon-pohon anggur yang buahnya besar-besar tetapi rasanya masam di bagian terluar perkebunan. Sebab biasanya pencuri akan mencicipi pohon anggur yang terletak paling luar sebelum memutuskan menjarah kebun itu. Jadi ketika mereka merasakan buah anggur itu jelek mutunya, mereka akan segera pergi dan tidak akan mencuri di perkebunan itu.
Sahabat Webklesia, petani yang cerdik itu rupanya memanfaatkan sifat manusia yang seringkali hanya melihat penampilan luar tanpa melihat isi. Manusia hanya menilai dari bagian-bagian terluar dari diri sesamanya lalu memutuskan akan bersikap bagaimana terhadap orang itu. Bila dari luarnya tampak buruk, ia akan mengambil kesimpulan bahwa orang itu pasti jahat dan buruk perangainya.
Namun tidak demikian halnya dengan Allah. Allah selalu menguji hati setiap orang. Allah melihat bahkan jauh ke dasar hati kita, yang mungkin kita sendiripun tidak memahaminya. Karena itu, tak adil bila kita memperlakukan orang-orang berdasarkan penampilan luarnya. Sama seperti Tuhan Allah mengasihi semua manusia, demikian juga kita harus mengasihi semua orang dan menghormatinya sebagai seorang ciptaan Allah!
Refleksi: Ada banyak persoalan yang bisa kita hindari, apabila kita mau mengambil waktu dan mengenal lebih dalam orang lain, dan bukan hanya mengukur dari apa yang terlihat dari luar saja.
