Konon ada seorang guru yang sedang dalam perjalanan ke tempat suci. Dalam suatu perhentian, ia merasakan kehadiran Tuhan. Ia bersujud dalam keharuan dan dengan sepenuh hati ia berucap, “Ya, Tuhan Allahku, jika Engkau berkenan, hanya satu hal yang aku pinta: jadikanlah aku hamba-Mu yang selalu menyenangkan hati-Mu.”
“Tapi aku tidak dapat memberikan hal itu.” Kata Sang Mahakuasa. Kemudian Dia menambahkan, “Jika Aku membuatmu selalu menyenangkan hati-Ku, maka tak ada alasan bagi-Ku untuk mengampunimu. Dan jika Aku tak perlu mengampunimu lagi, maka kau pun akan melupakan pentingnya mengampuni orang lain. Jadi, pergilah. Lakukanlah Kasih sesuai caramu. Jika kau berbuat kesalahan dan menyakiti hati-Ku, ingatlah: Aku mengampunimu. Dan agar kau pun takkan pernah melupakan untuk melakukan kebajikan yang sama kepada sesamamu manusia.”
Sahabat Webklesia, banyak orang yang selalu ingin menyenangkan hati Tuhan, namun dalam rangka itu, terkadang mereka mengabaikan sesama manusia di sekitarnya. Padahal Tuhan sendiri selalu mendorong kita untuk menyatakan kasih kita kepada-Nya melalui kasih kita kepada sesama. Selalu menyenangkan hati Tuhan bukan berarti kita harus mengabaikan sesama manusia.
Terkadang, kita gagal menyenangkan hati-Nya, namun Tuhan berkenan mengampuni kesalahan dan dosa kita. Sebagai pelajaran bagi kita, supaya kita pun tahu mengampuni sesama manusia yang bersalah kepada kita.
Sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, perbuatlah juga demikian. (Kol. 3:13b)
DOA: Bapa di Surga, ajarlah kami mengasihi dan mengampuni sesama kami, seperti Engkau juga telah mengasihi dan mengampuni kami. Amin.
