Ada cerita tentang seekor tikus kecil di rumah Pak Tani. Suatu hari si tikus kecil melihat ibu Tani menaruh sebuah perangkap tikus di depan lubangnya. Si tikus kecil berlari ke kandang ayam dan berteriak-teriak, “Ada perangkap tikus di rumah itu. Ada perangkap tikus di rumah itu!” Namun si ayam dengan nada tak peduli berkata, “Itu bukan urusanku.” Lalu si tikus pergi kepada kambing. Dengan suara gemetar ia berteriak-teriak, “Ada perangkap tikus di rumah itu! Ada perangkap tikus di rumah itu!” Namun kambing juga berkata, “Itu bukan urusanku.” Kemudian ia melanjutkan tidurnya. Lalu tikus berlari kepada lembu.
“Ada perangkap tikus di rumah itu! Ada perangkap tikus di rumah itu!” Teriak si tikus kecil.
Ia mulai putus asa. Namun si lembu berkata, “Itu bukan urusanku!“
Si tikus kecil sedih dan kecewa. Ia pulang ke lubangnya dengan kecewa dan ketakutan.
Menjelang pagi, Ibu Tani mendengar ada suara dari perangkap itu, ia kira itu adalah tikus, ternyata itu ular. Ketika ia mengulurkan tangan untuk mengambil perangkap itu, ia dipatuk oleh ular itu.
Sepanjang hari itu Ibu Tani sakit demam. Pak Tani tahu sup ayam panas enak buat orang yang demam. Lalu ia memotong ayamnya dan membuat sup ayam lezat untuk istrinya. Namun ibu Tani tidak membaik. Para tetangga pun datang menjenguk. Pak Tani memotong kambingnya untuk menjamu mereka. Namun Ibu Tani akhirnya meninggal dunia. Pak Tani memotong lembunya untuk konsumsi orang banyak, sebagaimana tradisi mereka di desa itu.
Sahabat Webklesia, apa yang menjadi kesusahan orang lain di sekitar kita adalah kesusahan kita juga. Bersikap tidak peduli dan membiarkan seseorang yang sedang susah akan cepat atau lambat akan sampai kepada kita juga.
Bunda Teresa pernah berkata, lawan dari cinta bukanlah benci, melainkan ketidakpedulian. Tidak ada kata terlambat bagi kita untuk menyatakan kepedulian kita kepada masalah-masalah yang terjadi di sekitar kita.
Tunjukkanlah kasihmu dengan saling membantu. (Ef. 4:2b)
DOA: Bapa di Surga, ajarlah kami menyatakan kepedulian kami kepada sesama kami. Ajarlah kami selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar, serta saling membantu dalam kasih.
