ADAKAH KASIH YANG SEMPURNA?

Pada jaman dahulu, ada seorang laki-laki yang penuh kasih. Tuhan ingin memberinya karunia.

Datanglah utusan Tuhan kepadanya, “Tuhan ingin menghadiahi kamu karunia khusus. Apakah kau ingin mendapat karunia penyembuhan?” Kata Malaikat Tuhan.

Ia menjawab “Lebih baik Tuhan memberikan karunia kesembuhan kepada orang-orang sakit.”

“Kau harus memilih, kalau tidak, kami yang akan memilihkannya dan kau wajib menerima apa pun.” kata Sang Malaikat lagi.

Setelah berpikir sejenak, laki-laki itu menjawab, “Baiklah. Tuhan bisa melakukan kebaikan melalui saya, tetapi tanpa seorang pun yang menyadarinya, bahkan saya juga tidak. Supaya saya tidak tergoda dosa kesombongan.”

Lalu Tuhan memberikannya karunia penyembuhan, tetapi hanya melalui bayangannya, yakni hanya ketika ia menghadap ke cahaya.

Maka sejak itu, ke mana pun ia pergi, di belakangnya, orang-orang menjadi sembuh, tanah yang tandus menjadi subur kembali, dan orang-orang sedih menjadi bahagia kembali. Dan dia tak pernah melihat hasil keberadaannya itu.  

Sahabat Webklesia, adalah mudah saja melakukan kasih apabila kita tahu ada imbalan di balik itu. Namun, seberapa banyakkah orang yang mau melakukannya demi kasih itu sendiri, tanpa syarat atau tanpa imbalan apa pun? Bila ada, itulah kasih yang sempurna.

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (Matius 5:46)

 DOA: Bapa di Surga, ajarlah kami mengasihi dengan sempurna, sama seperti Engkau mengasihi kami. Bukan hanya mengasihi orang-orang tertentu saja, atau dengan harapan-harapan apa pun. Amin.

Scroll to Top